Keamanan komunikasi data menjadi aspek penting dalam administrasi server jarak jauh. Telnet dan Secure Shell (SSH) merupakan dua protokol yang umum digunakan untuk keperluan tersebut, namun memiliki karakteristik keamanan yang sangat berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan tingkat keamanan protokol Telnet dan SSH melalui pendekatan eksperimental menggunakan Ubuntu Server pada lingkungan virtual VirtualBox, PuTTY sebagai aplikasi client, serta Wireshark sebagai alat analisis lalu lintas jaringan. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan client ke server menggunakan kedua protokol pada port default masing-masing (23 untuk Telnet dan 22 untuk SSH), kemudian lalu lintas data ditangkap dan dianalisis menggunakan filter protokol pada Wireshark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Telnet dikirim dalam bentuk plain text sehingga kredensial pengguna dan perintah yang dijalankan dapat terbaca langsung dari hasil tangkapan paket, sedangkan komunikasi SSH menampilkan proses negosiasi algoritma dan key exchange yang diikuti paket data terenkripsi sehingga isi komunikasi tidak dapat dibaca oleh pihak yang melakukan penyadapan. Dapat disimpulkan bahwa SSH memberikan tingkat keamanan yang jauh lebih baik dibandingkan Telnet dan lebih layak digunakan sebagai standar protokol akses jarak jauh pada administrasi server modern, sementara Telnet hanya relevan digunakan pada lingkungan pembelajaran atau simulasi laboratorium yang terisolasi.
Copyrights © 2026