Komersialisasi teknologi tingkat tinggi di sektor geospasial kerap menghadapi kendala besar akibat tingginya kompleksitas data ilmiah yang sulit dipahami oleh audiens bisnis non-pakar. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan serta mengevaluasi strategi digital branding dan content marketing Business-to-Business (B2B) dalam membangun brand awareness produk GeoTSat.id, sebuah platform analisis citra satelit yang dikembangkan oleh PT Telkom Satelit Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus deskriptif operasional yang berbasis pada optimalisasi pengelolaan media sosial Instagram melalui serangkaian aktivitas penelitian terapan. Hasil evaluasi kinerja digital menunjukkan bahwa eksekusi 11 konten terstruktur berhasil menggaet 6.192 impressions dan menjangkau 1.140 akun unik, dengan efisiensi jangkauan organik sebesar 56,3% yang didominasi oleh non-pengikut (non-followers). Kendala utama yang diidentifikasi dalam studi ini adalah adanya hambatan alur kerja (workflow interruption) berupa lamanya proses tinjauan teknis materi oleh tim pakar akibat rumitnya istilah geospasial. Sebagai solusi teoretis, penelitian ini mengaplikasikan kerangka kerja adaptasi B2C-to-B2B visual storytelling dan structured narratives guna menyederhanakan penyampaian nilai proposisi teknologi. Riset ini menyimpulkan bahwa implementasi narasi visual yang terintegrasi secara empiris mampu memangkas jarak pemahaman teknis sekaligus memperluas eksposur merek digital di pasar B2B secara masif.
Copyrights © 2026