Perkembangan teknologi informasi berdampak besar pada sektor kesehatan, termasuk meluasnya penggunaan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Saat ini, implementasi pengkategorian obat berdasarkan tingkat risiko terendah masih sangat terbatas dan belum mempertimbangkan kriteria kritis secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan SPK berbasis metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) guna menentukan kategori obat yang paling aman bagi pasien. Metode SMART dipilih karena perhitungannya sederhana, prosesnya transparan, dan efektif menangani banyak kriteria. Kriteria penilaian yang digunakan meliputi label risiko, bobot risiko, jumlah zat aktif, dan jumlah interaksi obat. Hasil perhitungan dan perangkingan dari 10 alternatif obat menunjukkan bahwa Antibiotik Tetrasiklin (K3) menempati peringkat pertama sebagai obat dengan risiko terendah dengan nilai akhir tertinggi sebesar 0,85. Sebaliknya, obat kategori Antikoagulan (K5) memiliki risiko tertinggi dengan nilai 0,02. Kesimpulannya, metode SMART terbukti berhasil memberikan rekomendasi perangkingan obat yang mengutamakan aspek keselamatan secara objektif, sehingga hasil penelitian ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan klinis untuk memprioritaskan profil obat berisiko rendah.
Copyrights © 2026