Pembelajaran Hukum Ohm memerlukan kegiatan praktikum agar siswa dapat mengamati hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan secara langsung. Namun, praktikum konvensional masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat ukur, pencatatan data secara manual, dan belum tersedianya pemantauan hasil praktikum secara real-time. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem pembelajaran Hukum Ohm berbasis Internet of Things (IoT) dan website real-time. Metode penelitian menggunakan pendekatan prototyping yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, implementasi, dan pengujian. Sistem dibangun menggunakan ESP32-S3 sebagai pengendali utama, sensor tegangan, sensor arus INA226, sensor suhu DS18B20, serta empat pilihan resistor, yaitu 220 ?, 330 ?, 470 ?, dan 680 ?. Data sensor dikirim melalui protokol MQTT menuju backend berbasis Node.js, kemudian didistribusikan ke antarmuka website berbasis React.js menggunakan WebSocket. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor tegangan memiliki rata-rata error sebesar 2,27%. Pengujian arus pada resistor 220 ?, 330 ?, 470 ?, dan 680 ? menghasilkan rata-rata error terhadap multimeter sebesar 3,89% sampai 5,25% serta menunjukkan pola pembacaan yang searah dengan prinsip Hukum Ohm. Selain itu, sistem berhasil menampilkan data tegangan, arus, suhu, dan status koneksi IoT secara real-time pada website tanpa memerlukan refresh halaman. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dirancang berpotensi digunakan sebagai prototipe media praktikum digital Hukum Ohm yang interaktif dan terintegrasi.
Copyrights © 2026