Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem lampu otomatis pada miniatur Rumah Adat Musalaki menggunakan sensor cahaya (LDR) dan sensor gerak (PIR) untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dengan mengendalikan lampu secara otomatis berdasarkan kondisi pencahayaan lingkungan dan deteksi gerakan. Metode penelitian yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras, pemrograman mikrokontroler, perakitan sistem, dan pengujian fungsional, serta analisis kinerja sistem berdasarkan hasil pengujian pada berbagai kondisi pencahayaan dan gerakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lampu dapat menyala secara otomatis ketika lingkungan dalam kondisi gelap dan terdeteksi adanya gerakan, serta mati ketika lingkungan terang atau tidak terdeteksi adanya gerakan. Sistem yang dikembangkan bekerja sesuai dengan rancangan dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran teknologi otomatisasi pada bangunan tradisional. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi sensor cahaya dan sensor gerak mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus memberikan nilai edukatif dalam pelestarian budaya melalui penerapan teknologi modern.
Copyrights © 2026