Produksi telur ayam petelur di Desa Tangkisan masih menghadapi kendala berupa pemberian pakan yang belum terformulasi secara tepat sehingga kualitas telur dan nilai tambah produk belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas telur melalui pendampingan formulasi pakan berbasis jagung, bekatul, maggot (Hermetia illucens), daun kelor (Moringa oleifera), minyak ikan, dan tepung cangkang telur. Metode yang dilakukan meliputi observasi, wawancara, penyuluhan, pelatihan formulasi pakan, serta pendampingan selama 14 hari yang disertai monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kandungan omega-3 telur meningkat dari 209,4 menjadi 332,9 (duplo). Selain itu, hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan ukuran telur serta warna kerabang yang lebih seragam. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peternak mengenai penyusunan ransum yang seimbang dan pemanfaatan bahan pakan lokal sebagai alternatif penyusun pakan. Perbaikan formulasi pakan berbasis bahan lokal berpotensi menghasilkan telur bernilai tambah sekaligus meningkatkan efisiensi biaya usaha peternakan ayam petelur dengan BCR sebesar 1,37 yang menunjukkan bahwa program layak untuk diterapkan.
Copyrights © 2026