Stunting dapat terjadi sejak awal kehidupan, sehingga pengetahuan remaja mengenai penyebab, faktor risiko, dampak, dan pencegahannya sangat penting karena remaja merupakan calon orang tua. Namun, pengetahuan remaja di Desa Teluti Baru tentang stunting masih kurang, sehingga diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan upaya pencegahan sejak dini. Stunting dapat diidentifikasi melalui pengukuran tinggi badan berdasarkan umur (TB/U) dengan nilai z-score < -2 SD sesuai standar WHO. Indonesia masih menghadapi prevalensi stunting yang tinggi yaitu 37,2%, sementara di Provinsi Maluku kasus stunting 1.106 orang juga masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang stunting terhadap pengetahuan Remaja di Desa Teluti Baru Kecamatan Tehoru. Metode: Menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan yang di gunakan adalah one group pre test - post tes design dan jumlah sampel sebanyak 66 siswa dengan menggunakan Instrumen berupa kuesioner dan leaflet. Analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon T-test. Hasil: Diperoleh adanya pengaruh pendidikan terhadap tingkat pengetahuan remaja terhadap stunting di Desa Teluti baru Kec. Tehoru (p-value =0.000). Kesimpulan: Adanya pengaruh pendidikan kesehatan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pendidikan stunting terhadap remaja di Desa Teluti Baru kec. Tehoru.
Copyrights © 2026