Rumah sakit merupakan institusi medis penting yang menyediakan layanan kesehatan komprehensif dan bergantung pada sumber daya manusia, khususnya perawat, untuk efektivitas operasionalnya. Kepemimpinan kepala bangsal sangat berperan dalam mengarahkan kinerja perawat dan mengelola konflik yang muncul, seperti yang terjadi di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gaya kepemimpinan kepala ruangan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara cross-sectional menggunakan kuesioner yang diisi oleh 75 perawat sebagai responden dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perawat perempuan berusia produktif (26-45 tahun), dengan pendidikan DIII Keperawatan dan masa kerja lebih dari 10 tahun. Dari distribusi gaya kepemimpinan kepala ruangan, ditemukan bahwa gaya kepemimpinan demokratis paling dominan dengan presentase 58,7%, diikuti gaya otoriter 32,0%, dan laissez-faire sebesar 9,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas kepala ruangan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh menerapkan gaya kepemimpinan demokratis yang efektif dalam mendorong motivasi dan kinerja perawat. Variasi gaya kepemimpinan menunjukkan adaptasi situasional sesuai kebutuhan unit kerja. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan untuk peningkatan pembinaan kepemimpinan kepala ruangan
Copyrights © 2026