Perusahaan manufaktur subsektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional dengan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Namun selama periode 2021–2025 perusahaan menghadapi tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku, meningkatnya persaingan, serta kondisi ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan laba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio dan Return on Asset terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan manufaktur subsektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal, dan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba sedangkan Return on Asset berpengaruh positif serta signifikan. Debt to Equity Ratio serta Return on Asset secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba. Nilai koefisien determinasi sebesar 80,8% menunjukkan bahwa variasi Pertumbuhan Laba dapat dijelaskan oleh Debt to Equity Ratio dan Return on Asset, sedangkan sisanya sebesar 19,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026