Rendahnya Higher-Order Thinking Skills (HOTS) matematika peserta didik serta dominasi pendekatan mekanistik konvensional menjadi tantangan kritis dalam pendidikan, diperparah oleh implementasi gamifikasi digital yang sering kali masih bersifat superfisial semata. Penelitian studi kepustakaan ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif afodansi pedagogis media digital tergamifikasi dalam mengembangkan HOTS matematika peserta didik. Data sekunder dihimpun secara sistematis dari artikel jurnal ilmiah bereputasi pada basis data Scopus dan Sinta, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif dengan pendekatan tematik. Hasil kajian menemukan bahwa integrasi fitur permainan pedagogis seperti adaptive levels, feedback loops, corrective feedback, dan story quests berfungsi efektif sebagai cognitive scaffold dalam memfasilitasi dimensi menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Konfigurasi ini terbukti mampu mereduksi kecemasan matematis melalui penciptaan zona kegagalan yang aman serta menumbuhkan keterlibatan kognitif mendalam siswa. Direkomendasikan secara nyata bagi pendidik dan perancang instruksional untuk beralih dari sekadar sistem penghargaan ekstrinsik menuju perancangan tantangan adaptif serta narasi kontekstual terstruktur yang terintegrasi langsung dengan konsep matematika
Copyrights © 2025