PT. Janitra Berkah Trans merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon yang masih menghadapi berbagai bentuk kerusakan produk selama proses distribusi. Berdasarkan data distribusi periode Januari-Februari, dari total 24.157 galon yang didistribusikan, terdapat 621 galon yang mengalami kerusakan, terdiri atas galon bocor, galon penyok, dan segel rusak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kegagalan (failure mode) penyebab cacat produk galon, menentukan prioritas risiko, serta menyusun rekomendasi perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer dari observasi dan wawancara serta data sekunder berupa data historis distribusi dan kerusakan produk, yang dianalisis melalui parameter Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan galon bocor merupakan cacat paling dominan (335 unit, 53,95%), diikuti segel rusak (151 unit, 24,31%) dan galon penyok (135 unit, 21,74%). Analisis FMEA menunjukkan nilai RPN tertinggi pada galon bocor (224), diikuti galon penyok (189) dan segel rusak (175), sehingga galon bocor menjadi prioritas utama perbaikan, yang disebabkan terutama oleh penumpukan berlebihan dan penanganan yang kurang hati-hati saat proses loading dan unloading.
Copyrights © 2026