Penelitian ini berfokus pada permasalahan ketidakseimbangan antara pengeluaran biaya produksi dan pendapatan petani di Desa Wonoasri. Secara umum, petani menghadapi kondisi di mana biaya produksi terus meningkat, sementara hasil panen dan harga jual bersifat fluktuatif. Risiko gagal panen akibat cuaca yang sulit diprediksi, seperti curah hujan berlebih dan musim kemarau panjang, semakin memperburuk kondisi tersebut. Selain faktor iklim, keterbatasan akses permodalan, tingginya harga input pertanian, serta ketidakstabilan harga pasar turut memperbesar kesenjangan antara modal yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh. Akibatnya, tingkat kesejahteraan petani cenderung stagnan bahkan menurun. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam akar permasalahan ketidakseimbangan antara pengeluaran modal dan hasil panen yang dialami petani, dengan khususnya adalah mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan keuntungan petani melalui pengelolaan biaya yang lebih efisien, diversifikasi usaha, serta adaptasi terhadap risiko iklim dan pasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tahapan penelitian meliputi: (1) tahap persiapan dengan menentukan lokasi dan instrumen penelitian; (2) pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi; (3) reduksi data untuk menyaring informasi penting; (4) penyajian data dalam bentuk narasi; dan (5) penarikan kesimpulan berdasarkan pola temuan di lapangan. Pendekatan ini dipilih untuk menggali pengalaman, persepsi, dan strategi bertahan petani secara komprehensif. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersusunnya pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor penyebab ketimpangan biaya dan pendapatan, serta rekomendasi praktis yang dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha tani dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan di Desa Wonoasri.
Copyrights © 2026