Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan personal branding musisi legendaris Hari Pochang melalui media video dokumenter "Hari Pochang The Musician Harmonica From Bandung" dengan menggunakan pendekatan Design Thinking dan teori personal branding Peter Montoya. Permasalahan utama yang diangkat adalah kurangnya eksposur dan aksesibilitas audiens modern terhadap karya musisi non-mainstream legendaris ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi kualitatif audiovisual serta pemetaan berbasis empati, definisi, dan konseptualisasi visual (Design Thinking). Hasil analisis menunjukkan bahwa video dokumenter tersebut secara efektif merepresentasikan lima pilar utama personal branding Hari Pochang—yaitu akar musikal, kolaborasi, dedikasi seni, mentorship lewat Bandung Harmonica Project, dan filosofi kesederhanaan—yang memenuhi kriteria 8 hukum personal branding Peter Montoya (terutama hukum Spesialisasi, Kepribadian, Keteguhan, Kesatuan, dan Nama Baik). Perancangan identitas visual berbasis vintage dan earthy-blue diusulkan guna menyelaraskan citra otentik tersebut untuk menjembatani apresiasi lintas generasi antara peminat senior dan generasi Z
Copyrights © 2026