Penelitian ini menyajikan rancang bangun dan implementasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrida berkapasitas 10,44 kWp yang terintegrasi dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO4, LFP) berkapasitas 10,24 kWh pada rumah tinggal tiga fasa berdaya 13.200 VA di Gubeng, Surabaya. Pengembangan sistem mengacu pada Engineering Design Process (EDP) yang meliputi survei lokasi, perancangan teknik terperinci, instalasi sistem, dan pengujian commissioning. Sebanyak 18 modul surya berkapasitas 580 Wp dikonfigurasikan dalam arsitektur split-array untuk mengoptimalkan kinerja inverter hibrida dengan teknologi dual maximum power point tracking (dual MPPT), sedangkan strategi operasinya diprioritaskan pada mode self-consumption dengan penerapan fitur zero export. Hasil pengujian lapangan selama satu bulan menunjukkan bahwa sistem menghasilkan energi listrik sebesar 809,7 kWh atau mencapai tingkat kesesuaian realisasi terhadap estimasi sebesar 98,93%. Energi listrik yang dihasilkan mampu menyuplai 41,4% dari rata-rata kebutuhan energi harian sebesar 70,59 kWh. Selain itu, inverter mampu mempertahankan kestabilan tegangan antar fasa dengan deviasi maksimum hanya sebesar 1,28% meskipun beroperasi pada kondisi ketidakseimbangan arus fasa yang mencapai 65,17%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem PLTS hibrida yang diusulkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap jaringan PLN sekaligus mempertahankan kualitas daya pada kondisi pembebanan rumah tinggal yang tidak seimbang.
Copyrights © 2026