Penelitian ini mengamati pola respons sensor pada sistem Electronic Nose (E-Nose) terhadap sampel bahan bakar minyak (BBM) murni dan BBM oplosan. Sistem E-Nose terdiri atas empat sensor Metal Oxide Semiconductor (MOS), yaitu TGS822, TGS2620, TGS2602, dan TGS2600, serta dua sensor Surface Acoustic Wave (SAW) yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 sebagai unit akuisisi data, dilengkapi layar TFT LCD untuk tampilan real-time. Sampel yang diuji meliputi Pertalite, Pertamax, campuran Pertalite–Pertamax, campuran Pertalite–Etanol, campuran Pertamax–Etanol, campuran Pertalite–Tiner BS, dan campuran Pertamax–Tiner BS, masing-masing diukur melalui prosedur warm-up, pengambilan baseline, pemaparan sampel, dan purging yang diulang sepuluh kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat sensor MOS memberikan respons tegangan yang berbeda dan konsisten untuk setiap sampel, dengan TGS2600 dan TGS2620 memberikan respons tertinggi dan paling stabil, sedangkan TGS822 memberikan respons paling rendah. Campuran yang mengandung etanol menghasilkan kenaikan tegangan yang lebih tajam dibandingkan bahan bakar murninya, sementara campuran yang mengandung Tiner BS menghasilkan besar respons yang relatif mendekati sampel BBM murni. Sebaliknya, data sensor SAW banyak mengandung nilai duplikat dan variasi yang rendah, sehingga pola respons antar sampel kurang dapat dibedakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa sensor array MOS mampu menangkap pola respons yang konsisten dan dapat dibedakan pada sampel BBM murni maupun oplosan, yang dapat dijadikan dasar untuk analisis pengenalan pola lebih lanjut.
Copyrights © 2026