Stabilitas transien merupakan kemampuan sistem tenaga listrik dalam mempertahankan sinkronisme generator setelah terjadi gangguan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan parameter Ka dan Ta sistem eksitasi ST2A terhadap stabilitas transien generator 7 MW PLTU Ropa saat terjadi gangguan hubung singkat tiga fasa. Sistem kelistrikan Kabupaten Ende dimodelkan menggunakan Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) dengan variasi clearing time 0,10; 0,30; 0,50; 0,55; 0,60; dan 0,70 s. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi parameter eksitasi awal dengan kondisi Ka dan Ta yang dinaikkan sebesar 50%. Hasil simulasi menunjukkan sistem masih stabil hingga clearing time 0,55 s, sedangkan pada 0,60 s sistem mengalami ketidakstabilan yang ditunjukkan oleh angle wrapping dan pole slipping. Dengan demikian, CCT berada pada interval 0,55 < CCT < 0,60 s. Peningkatan Ka dan Ta sebesar 50% tidak mengubah batas CCT, tetapi memengaruhi respons dan amplitudo osilasi sudut rotor. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu pemutusan gangguan memiliki pengaruh dominan terhadap batas stabilitas transien generator.
Copyrights © 2026