Siklon Tropis Senyar terbentuk di Selat Malaka pada 26 November 2025 dan tercatat sebagai kejadian siklogenesis yang sangat langka karena berkembang pada lintang di bawah 5°LU, tempat gaya Coriolis terlalu lemah untuk mendukung pembentukan siklon tropis. Penelitian ini menganalisis pengaruh Siklon Tropis Senyar terhadap dinamika atmosfer dan curah hujan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara selama 22–28 November 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan memadukan peta gradient wind analysis Biro Meteorologi Australia, citra satelit Himawari-9 kanal inframerah, dan data curah hujan harian dari 13 stasiun pengamatan BMKG. Hasil analisis memperlihatkan perkembangan sistem secara bertahap, dimulai dari daerah belokan angin di Selat Malaka pada 22–23 November, pembentukan sirkulasi siklonik tertutup pada 24–25 November, penguatan menjadi siklon tropis dan pendaratan di pesisir utara Aceh pada 26 November, hingga pergerakan sistem ke arah timur meninggalkan Sumatra pada 27–28 November. Citra inframerah menunjukkan sistem awan konvektif yang luas dan bertahan dengan suhu puncak awan mencapai sekitar −80 °C di atas Selat Malaka dan daratan Aceh pada 25–27 November. Pada periode yang sama, curah hujan harian melonjak tajam dan akumulasi tertinggi mencapai lebih dari 300 mm/hari, jauh melampaui ambang hujan ekstrem BMKG sebesar 150 mm/hari. Hasil ini menunjukkan keterkaitan yang konsisten antara perkembangan Siklon Tropis Senyar dan kejadian hujan ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera Utara.
Copyrights © 2026