Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Gayo serta mendorong penguatan awal sikap sosial siswa. Program dilaksanakan selama satu bulan pada Mei 2026 dengan melibatkan 34 guru dari delapan sekolah dasar di Kabupaten Aceh Tengah. Pendampingan menggunakan pendekatan participatory practice-based mentoring melalui tiga sesi daring menggunakan Zoom yang dipadukan dengan needs assessment, lokakarya penyusunan perangkat, implementasi mandiri terbimbing di kelas, observasi, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, rubrik kualitas perangkat pembelajaran, lembar keterlaksanaan, observasi sikap sosial siswa, serta refleksi guru. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi guru meningkat dari 56,2 menjadi 85,7 dengan N-gain 0,67. Kualitas perangkat pembelajaran meningkat dari 2,39 menjadi 3,51 pada skala empat, sedangkan keterlaksanaan pembelajaran mencapai 88,2%. Integrasi nilai genap mupakat, alang tulung, amanah, setie, serta semayang/gemasih memberikan ruang bagi siswa untuk mempraktikkan kerja sama, tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, dan sikap saling menghargai. Rata-rata sikap sosial siswa meningkat dari 2,76 menjadi 3,44 atau 24,7% dibandingkan kondisi awal. Temuan menunjukkan bahwa pendampingan daring berbasis praktik, implementasi, dan refleksi dapat memperkuat kapasitas pedagogik guru dalam mentransformasikan kearifan lokal menjadi pengalaman pendidikan karakter yang kontekstual dan terukur.
Copyrights © 2026