Penelitian ini mengkaji pengaruh Supply chain orientation terhadap Supply chain Performance dengan Supply chain Integration sebagai variabel intervening pada rantai pasok hasil laut di PPN Karangantu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum stabilnya kinerja rantai pasok yang dipengaruhi oleh fluktuasi musiman, keterbatasan fasilitas pendukung, serta lemahnya koordinasi antaraktor dalam rantai pasok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan nelayan, pedagang ikan, dan pemasok es yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling dengan pendekatan Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supply chain orientation berpengaruh positif dan signifikan terhadap Supply chain Performance maupun Supply chain Integration. Namun, Supply chain Integration tidak mampu memediasi secara signifikan hubungan antara Supply chain orientation dan Supply chain Performance. Temuan ini menunjukkan bahwa orientasi kolaboratif yang kuat, yang tercermin melalui kepercayaan, komitmen, dan koordinasi antaraktor rantai pasok, memiliki peran yang lebih penting dalam meningkatkan kinerja rantai pasok dibandingkan mekanisme integrasi formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan praktik kolaboratif antaraktor dalam rantai pasok hasil laut yang bersifat informal guna meningkatkan efektivitas dan ketahanan rantai pasok secara keseluruhan.
Copyrights © 2026