Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 5 Cilegon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sosiologi diwujudkan melalui pemanfaatan fenomena dan contoh sosial budaya lokal sebagai materi pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan latar budaya siswa, serta internalisasi budaya dalam praktik keseharian, seperti penggunaan bahasa daerah dan penanaman nilai gotong royong. Integrasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai strategi pedagogis untuk mengontekstualisasikan materi sosiologi, tetapi juga berperan dalam memperkuat identitas kultural, membangun kepekaan sosial, dan mengembangkan kemampuan reflektif siswa dalam memahami realitas sosial di lingkungan sekitarnya. Implementasi budaya lokal dalam pembelajaran turut dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis guru, dukungan kebijakan sekolah, serta iklim akademik yang kondusif terhadap inovasi pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pengintegrasian budaya lokal dapat menjadikan pembelajaran sosiologi lebih kontekstual sekaligus mendukung pembentukan kesadaran sosial dan identitas budaya siswa.
Copyrights © 2026