Apendisitis akut merupakan salah satu kegawatdaruratan abdomen yang paling sering ditemukan dan membutuhkan diagnosis serta tata laksana yang cepat. Keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan progresivitas inflamasi hingga terjadi nekrosis dan perforasi apendiks. Apendisitis perforasi dapat menyebabkan terbentuknya abses periappendiks maupun peritonitis dan berhubungan dengan morbiditas yang lebih tinggi dibandingkan apendisitis nonperforasi. Tindakan operatif berupa appendektomi tetap menjadi salah satu pilihan utama pada kasus dengan perforasi dan kontaminasi intraabdomen, terutama apabila disertai tanda peritonitis. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak tiga hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri awalnya dirasakan di sekitar umbilikus kemudian berpindah ke kuadran kanan bawah dan semakin berat. Keluhan disertai demam, mual, muntah dua kali, dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum tampak sakit sedang, suhu 38,4°C, nyeri tekan kuadran kanan bawah, defense muscular, dan tanda Rovsing positif. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dengan neutrofilia. Ultrasonografi abdomen menunjukkan gambaran apendisitis akut dengan cairan bebas lokal di sekitar sekum dan kecurigaan perforasi. Pasien didiagnosis dengan apendisitis perforasi dan direncanakan menjalani tindakan operasi. Dilakukan laparotomi melalui insisi McBurney. Intraoperatif ditemukan apendiks gangrenosa dengan perforasi pada sepertiga distal, disertai pus dan kontaminasi lokal pada fossa iliaka kanan. Dilakukan appendektomi, irigasi rongga peritoneum dengan NaCl 0,9%, dan pemasangan drain pada area pelvis/fossa iliaka kanan. Pascaoperasi pasien mendapatkan terapi antibiotik intravena, analgesik, cairan, dan observasi. Kondisi pasien membaik secara klinis dan pasien dipulangkan setelah kondisi stabil. Kesimpulan Apendisitis perforasi merupakan komplikasi serius apendisitis akut yang membutuhkan diagnosis dan tata laksana segera. Pada pasien dengan perforasi disertai peritonitis lokal, open appendektomi disertai kontrol sumber infeksi, lavage, antibiotik, dan drainase selektif dapat memberikan hasil klinis yang baik. Pengenalan gejala secara dini dan tindakan operatif yang tepat berperan penting dalam mencegah komplikasi lebih lanjut.
Copyrights © 2026