Goa Liangkabori atau Liang Kabori merupakan salah satu situs prasejarah penting di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang menyimpan jejak peradaban manusia masa lampau melalui tinggalan seni cadas pada dinding gua dan kawasan karst sekitarnya. Situs ini memiliki nilai historis karena memuat berbagai motif lukisan seperti figur manusia, binatang, tumbuhan, geometris, abstrak, perahu, serta cap tangan yang merepresentasikan kehidupan sosial, ekonomi, spiritual, dan budaya masyarakat prasejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-historis untuk mengkaji Goa Liangkabori sebagai situs sejarah peradaban manusia purba melalui penelusuran data sejarah, arkeologi, dan kebudayaan. Sumber data diperoleh dari studi pustaka, observasi, dokumentasi, serta wawancara apabila diperlukan. Data primer berupa hasil pengamatan terhadap kondisi situs dan gambar cadas, sedangkan data sekunder berupa buku, jurnal, laporan penelitian, dan dokumen terkait. Kajian historis terhadap Goa Liangkabori menunjukkan bahwa situs ini bukan hanya peninggalan arkeologis, melainkan juga arsip budaya yang merekam cara manusia purba beradaptasi dengan lingkungan, membangun sistem simbol, serta mengekspresikan identitas kelompok. Dalam konteks yang lebih luas, kawasan karst Liang Kabori di Pulau Muna Jumlah 186 motif yang tersebar pada 46 panel menunjukkan bahwa aktivitas menggambar di situs ini bukan kegiatan sederhana, melainkan bagian dari tradisi budaya yang cukup kuat yang menjadikannya salah satu kawasan penting dalam studi prasejarah Indonesia. Oleh karena itu, Goa Liangkabori perlu ditempatkan sebagai warisan sejarah, pendidikan, dan kebudayaan yang harus dilestarikan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026