Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi media marketing yang diterapkan Syila Parfum serta keterkaitannya dengan penjualan dan pendapatan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Analisis strategi menggunakan konsep Gunelius yang meliputi content creation, content sharing, connecting, dan community building. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syila Parfum menjalankan strategi melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi dengan memanfaatkan Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp Business. Konten meliputi informasi produk, promosi, aroma, edukasi, trivia, testimoni, suvenir, hampers, serta layanan grosir dan maklon. Strategi tersebut membantu penyampaian informasi, komunikasi, dan proses pemesanan. Namun, penjualan dan pendapatan tidak meningkat secara konsisten. Pesanan retail tercatat 632 pada Mei, 561 pada Juni, dan 678 pada Juli 2026. Total pendapatan tercatat Rp1.112.948.780, Rp924.399.918, dan Rp880.382.300. Temuan menunjukkan bahwa media marketing berkaitan dengan proses penjualan dan pendapatan, tetapi hasil usaha juga dipengaruhi kebutuhan konsumen, nilai transaksi, produk, harga, promosi, pelanggan tetap, serta transaksi grosir dan retail.
Copyrights © 2026