Keandalan mesin merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi pada industri manufaktur karena rendahnya keandalan dapat meningkatkan frekuensi kerusakan, downtime, serta biaya pemeliharaan. Mesin bubut C 6266 Y di CV. XYZ tercatat memiliki frekuensi kerusakan dan downtime tertinggi dibandingkan mesin bubut lain selama periode April–Juni 2025, sehingga diperlukan analisis keandalan sebagai dasar penyusunan strategi pemeliharaan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menghitung nilai Mean Time Between Failures (MTBF), menganalisis tingkat keandalan mesin, mengidentifikasi faktor penyebab, serta menyusun usulan peningkatan keandalan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara mengenai waktu operasi, downtime, dan frekuensi kerusakan mesin. Analisis dilakukan dengan menghitung rata-rata waktu operasi mesin di antara dua kegagalan berturut-turut, dilengkapi analisis fishbone diagram dan usulan perbaikan 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan nilai MTBF sebesar 49,54 jam dengan 25 kali kerusakan dan total downtime 25,41 jam selama periode penelitian, yang mengindikasikan keandalan mesin masih perlu ditingkatkan. Faktor manusia, mesin, dan metode teridentifikasi memengaruhi keandalan mesin. Perusahaan disarankan menerapkan pelatihan operator, checklist pemeriksaan harian, dan preventive maintenance terjadwal untuk mengurangi frekuensi kerusakan dan meningkatkan keandalan mesin.
Copyrights © 2026