Studi ini memfokuskan analisis pada pembuktian empiris terkait kontribusi volatilitas penjualan, volatilitas arus kas operasi, leverage (utang), dan ukuran perusahaan dalam mengonstruksi persistensi laba. Melalui penerapan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu pada perusahaan sektor pertanian yang terdaftar aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015–2024, diperoleh 11 perusahaan yang memenuhi syarat. Berdasarkan jumlah tersebut, total unit analisis yang digunakan dalam penelitian adalah 99 data observasi. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS versi 22. Model regresi yang digunakan telah memenuhi seluruh uji asumsi klasik sehingga layak digunakan untuk pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa volatilitas penjualan, volatilitas arus kas operasi, debt to asset ratio, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba. Temuan tersebut menunjukkan bahwa persistensi laba pada perusahaan sektor pertanian lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar model penelitian, seperti anomali cuaca sistemik dan volatilitas harga komoditas internasional. Implikasi dari penelitian ini adalah investor perlu melakukan telaah yang lebih komprehensif terhadap kondisi makroekonomi dan karakteristik sektor pertanian sebelum mengambil keputusan investasi.
Copyrights © 2026