Penelitian ini bertujuan mengembangkan bakso daging sapi sebagai pangan fungsional melalui penambahan daun kemangi ( Ocimum basilicum ) sebagai sumber antioksidan alami, guna meningkatkan nilai gizi tanpa menurunkan penerimaan konsumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%) dan lima ulangan. Analisis proksimat dan aktivitas antioksidan dilakukan secara deskriptif kuantitatif, sedangkan uji kesukaan menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney . Penentuan formulasi terbaik dilakukan dengan metode indeks efektivitas De Garmo. Hasil menunjukkan penambahan daun kemangi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap karakteristik sensori. Perlakuan terbaik adalah P1 (5%) dengan keseimbangan optimal antara nilai gizi, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan. Oleh karena itu, formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional yang sehat dan bernilai ekonomis. Kata kunci: bakso, daun kemangi, analisis tingkat kesukaan, proksimat, antioksidan
Copyrights © 2026