Sistem pewarnaan tajwid pada Mushaf Standar Indonesia dikembangkan untuk membantu pembaca mengenali hukum bacaan Al-Qur'an secara lebih mudah. Namun, kajian mengenai sistem ini umumnya masih berfokus pada aspek normatif, pedagogis, atau visual secara terpisah sehingga belum tersedia kerangka evaluasi yang mengintegrasikan ketiga perspektif tersebut. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi Kerangka Evaluasi Interdisipliner Sistem Pewarnaan Tajwid melalui sintesis perspektif Ulumul Qur'an, neurosains kognitif, dan psikologi warna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi. Data dianalisis melalui reduksi data, analisis tematik, dan sintesis interdisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sistem pewarnaan tajwid ditentukan oleh keterpaduan tiga dimensi, yaitu validitas normatif, efektivitas kognitif, dan keberterimaan psikologis. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan Kerangka Evaluasi Interdisipliner Sistem Pewarnaan Tajwid sebagai landasan konseptual untuk mengevaluasi sistem pewarnaan tajwid secara lebih komprehensif. Kerangka ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan mushaf Al-Qur'an dan media pembelajaran berbasis visual serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam kajian Al-Qur'an dan pendidikan Islam
Copyrights © 2026