Pembelajaran dalam pendidikan nonformal di PKBM masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterlibatan aktif warga belajar dan pemahaman materi yang belum optimal, karena proses belajar lebih fokus pada tutor. Masalah ini muncul pada warga belajar program Paket B di PKBM Harapan Baru Tasikmalaya, terutama dalam materi mengenai Dinamika dan Pelestarian Seni Budaya Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan strategi pembelajaran Collaborative Contextual Problem-Based Learning (CCPBL) agar meningkatkan partisipasi, pemahaman materi, dan kemampuan berpikir kritis warga belajar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penerapan strategi pembelajaran Collaborative Contextual Problem-Based Learning (CCPBL) kepada 14 warga belajar dengan menggabungkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), Cooperative Learning, dan Problem Based Learning (PBL). Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu identifikasi kebutuhan belajar, penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan aktivitas pembelajaran, serta evaluasi melalui observasi, pre-test, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan strategi CCPBL dapat meningkatkan partisipasi aktif warga belajar dalam proses pembelajaran, terutama dalam kegiatan berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan pelestarian seni budaya Indonesia. Hasil pre-test dan post-test juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga belajar terhadap materi pelajaran serta kemampuan menghubungkan materi dengan kondisi nyata budaya di sekitar mereka. Dengan demikian, strategi CCPBL dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan kontekstual pada pendidikan nonformal di PKBM.
Copyrights © 2026