Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus Samarinda saat ini menghadapi degradasi lingkungan serius berupa pencemaran limbah, penyempitan badan sungai akibat pemukiman liar, dan berkurangnya vegetasi riparian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi serta memulihkan ekosistem DAS secara berkelanjutan melalui kolaborasi bersama komunitas Sekolah Sungai Karang Mumus (SESUKAMU) dengan melibatkan 30 peserta dari unsur dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan program meliputi observasi lapangan melalui susur sungai, diskusi interaktif berbasis pendekatan eko-sentris, rehabilitasi fisik berupa penanaman pohon, dan evaluasi performa. Hasil pengabdian menunjukkan program berjalan sukses dengan terealisasinya penanaman 20 bibit pohon produktif penahan erosi di titik kritis sempadan sungai. Dampak kegiatan secara signifikan meningkatkan kapasitas peserta, di mana hasil evaluasi mencatat tingkat pemahaman kognitif peserta mencapai >85% mengenai fungsi hidrologis DAS dan tingkat partisipasi aktif diskusi mencapai >75%. Aktivitas ini berhasil merekonstruksi paradigma kepedulian lingkungan teoretis menjadi aksi ekologis praktis berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026