Anemia gizi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada remaja putri di Indonesia, dengan prevalensi nasional mencapai 27,3%. Hasil skrining pada 122 siswi SMPN 4 Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang menemukan 53 siswi (43,4%) mengalami anemia, sementara pemanfaatan sumber protein hewani lokal seperti ikan lemuru dan kedukang masih rendah karena kurang disukai akibat pengolahan yang monoton. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswi, orang tua, dan guru mengenai pencegahan anemia gizi, serta meningkatkan keterampilan pengolahan ikan laut murah menjadi makanan bergizi yang disukai remaja. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi dan pelatihan pengolahan nugget ikan lemuru dan bola ikan kedukang isi daun katuk, dengan evaluasi menggunakan kuesioner pre-post test terhadap 45 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada kategori baik dari 20% menjadi 68,9% dan sikap baik dari 48,9% menjadi 84,4%. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan diketahui bahwa peserta mampu mempraktikkan pengolahan ikan secara mandiri di rumah. Kegiatan ini memberikan hasil peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran sehingga diharapkan siswi yang anemia mengalami peningkatan kadar Hb menjadi normal. Disarankan kegiatan seperti ini dapat diterapkan pada sekolah lain di wilayah sekitar sehingga masalah anemia pada remaja putri dapat diatasi.
Copyrights © 2026