Gempa bumi merupakan bencana berisiko tinggi di Indonesia yang menimbulkan dampak fisik dan psikologis, sehingga kesiapsiagaan remaja perlu diperkuat melalui edukasi praktis seperti penyusunan Tas Siaga Bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada 21 Januari 2026 di SMK Mutiara Terpadu Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan 40 responden remaja. Pelaksanaan PkM terbagi menjadi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi via slide show PowerPoint, diskusi, tanya jawab, dan simulasi praktik Tas Siaga Bencana. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner 10 butir pertanyaan yang mengadopsi indikator LIPI-UNESCO, meliputi pengetahuan kebencanaan, kesiapan peralatan & kebutuhan dasar, serta rencana penyelamatan darurat. Kuesioner berskala dikotomi (0: tidak, 1: ya) dengan rentang skor 0–10 ini telah lolos uji validitas dan reliabilitas (p <0,001; α=0,85). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan komparatif deskriptif berbasis mean difference antara nilai pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan nilai rata-rata kesiapsiagaan meningkat dari 5,97 pada pre-test menjadi 9,60 pada post-test, menghasilkan kenaikan sebesar 3,63 poin. Dengan demikian, edukasi penyusunan Tas Siaga Bencana terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi gempa bumi dan perlu dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026