Produktivitas pemboran memiliki peran yang sangat strategis dalam menunjang efektivitas kegiatan peledakan pada sistem penambangan terbuka (open-pit mining). Kajian ini ditujukan untuk mengevaluasi tingkat produktivitas unit bor MW5000 yang diterapkan dalam aktivitas pemboran lubang ledak di PT Serinding Sumber Makmur. Pendekatan penelitian diimplementasikan melalui observasi lapangan dan analisis kuantitatif dengan memanfaatkan data waktu siklus pemboran, waktu kerja efektif, serta hambatan operasional yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu siklus pemboran mencapai 18,79 menit per lubang. Analisis ketersediaan alat memperlihatkan nilai Mechanical Availability (MA) 94,20%, Physical Availability (PA) 95,35%, dan Use of Availability (UA) 79,23%, dengan tingkat efisiensi kerja sebesar 75,55%. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa capaian produktivitas pemboran masih berada di bawah target perusahaan yang ditetapkan sebesar 40 lubang per hari. Belum optimalnya produktivitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain gangguan mekanis pada peralatan, waktu tunggu (standby time), keterlambatan operator, serta kondisi lapangan yang kurang mendukung. Maka, diperlukan penguatan sistem pemeliharaan alat dan optimalisasi pemanfaatan waktu kerja untuk meningkatkan produktivitas pemboran secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026