Budidaya cacing sutra (Tubifex sp.) merupakan salah satu alternatif penyediaan pakan alami bernilai nutrisi tinggi bagi larva dan benih ikan. Ketersediaan cacing sutra yang masih bergantung pada hasil tangkapan alam menyebabkan pasokannya berfluktuasi sehingga diperlukan teknologi budidaya yang mampu menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air pada budidaya cacing sutra menggunakan teknologi Vertiqua yang dilengkapi sistem resirkulasi dan Biofikal Filter. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Januari 2026 di kolam percobaan Bossbaster, Kabupaten Sukabumi. Parameter yang diamati meliputi suhu, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, fosfat, alkalinitas, kekeruhan, serta indikator bau. Suhu, pH, dan DO diukur setiap hari, sedangkan parameter lainnya dianalisis pada awal, pertengahan, dan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rata-rata 26,4°C, pH 7,45, alkalinitas 105,8 mg/L, nitrat 4,65 mg/L, fosfat 0 mg/L, serta kekeruhan 0 NTU masih berada pada kisaran yang mendukung budidaya cacing sutra. Sebaliknya, kadar oksigen terlarut rata-rata 3,51 mg/L, amonia 1,515 mg/L, dan nitrit 0,236 mg/L belum memenuhi baku mutu yang direkomendasikan. Meskipun demikian, sistem Biofikal Filter pada teknologi Vertiqua mampu mempertahankan stabilitas kualitas air, mengurangi bau, serta mengendalikan akumulasi bahan organik selama pemeliharaan. Teknologi Vertiqua berpotensi diterapkan sebagai sistem budidaya cacing sutra pada lahan terbatas, namun masih memerlukan optimalisasi sistem filtrasi untuk meningkatkan kualitas air terutama pada parameter DO, amonia, dan nitrit.
Copyrights © 2026