Hipertensi merupakan suatu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi di dunia. Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang memperburuk kondisi penderita hipertensi. Berdasarkan data puskesmas morosi menunjukan bahwa dari jumlah kasus hipertensi tahun 2020 sebanyak 360 kasus, pada tahun 2021 jumlah kasus hipertensi turunĀ menjadi 265 dan pada tahun 2022, jumlah kasus hipertensi meningkat menjadi 427. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan keluarga terhadap perilaku merokok penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Morosi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian adalah penderita hipertensi yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 98 responden dengan sampel 49 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling dan menggunakan metode analisis uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan menunjukan bahwa ada hubungan antara lingkungan rumah (p = 0,003), pengetahuan (p = 0,003), persepsi (p = 0,001), dukungan keluarga untuk berhenti merokok (p = 0,003) dan status ekonomi (p = 0,003) dengan perilaku merokok penderita hipertensi. Kesimpulan penelitian ini ialah ada hubungan antara lingkungan rumah, pengetahuan, persepsi, dukungan keluarga untuk berhenti merokok dan status ekonomi keluarga dengan perilaku merokok penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi.
Copyrights © 2026