Permukiman merupakan fenomena geografis yang tidak hanya mencerminkan pola pemanfaatan ruang, tetapi juga menggambarkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sosial dan ekonomi. Perkembangan permukiman yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan pola persebaran bangunan, peningkatan kepadatan ruang, serta memengaruhi intensitas interaksi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan bangunan, pola persebaran permukiman, serta keterkaitannya dengan interaksi sosial masyarakat di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Analisis dilakukan melalui metode Calculate Density untuk mengetahui tingkat kepadatan bangunan dan Nearest Neighbor Analysis (NNA) untuk mengidentifikasi pola persebaran permukiman. Data spasial diperkuat dengan hasil observasi lapangan dan wawancara terhadap 54 informan dari 18 desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan permukiman di Kecamatan Kampar terbagi menjadi kategori jarang, sedang, dan padat, dengan konsentrasi tertinggi berada pada wilayah yang memiliki aksesibilitas dan aktivitas ekonomi lebih baik. Analisis NNA menunjukkan pola persebaran permukiman secara umum termasuk kategori mengelompok (clustered) dengan nilai indeks 0,25. Pola tersebut mendukung terbentuknya interaksi sosial masyarakat melalui aktivitas gotong royong, rewang, pengajian, dan musyawarah warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik spasial permukiman memiliki hubungan erat dengan dinamika sosial masyarakat, sehingga informasi spasial dapat menjadi dasar dalam perencanaan kawasan permukiman yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026