Pengurangan sampah di lingkungan kampus dapat diperkuat apabila sampah dipisahkan sejak sumber dan selanjutnya diarahkan pada pengolahan yang sesuai. Penelitian ini mengevaluasi upaya pengurangan sampah melalui pemilahan dan pengolahan di Institut Teknologi Nasional Bandung dengan membandingkan kondisi eksisting dan kebutuhan perencanaan. Proyeksi timbulan yang digunakan sebesar 14,73 m³/hari. Pada pemilahan, tersedia 5 keranjang khusus botol plastik dan gelas plastik dengan kapasitas 196 L/unit atau total 980 L, sedangkan kebutuhan perencanaan sekitar 10 unit sehingga diperlukan penambahan 5 unit. Pada pengolahan organik, kondisi eksisting terdiri atas 4 biopori 20 L, 4 biopori 25 L, 8 karung pengomposan, dan 5 Loseda, sehingga terdapat 21 unit dengan kapasitas total 0,650 m³. Kebutuhan perencanaan adalah 67 unit untuk setiap metode atau 268 unit secara keseluruhan, sehingga diperlukan penambahan 247 unit, terdiri atas 63 biopori 20 L, 63 biopori 25 L, 59 karung pengomposan, dan 62 Loseda. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kesenjangan antara fasilitas yang tersedia dan kebutuhan perencanaan, sehingga optimalisasi pemilahan dan pengolahan diperlukan untuk memperkuat upaya pengurangan sampah.
Copyrights © 2026