Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor risiko hipertensi antara lain konsumsi lemak, natrium, dan obesitas sentral yang diukur melalui lingkar perut. Pegawai kantor termasuk kelompok berisiko karena aktivitas fisik yang rendah dan pola konsumsi yang kurang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi lemak, natrium, dan lingkar perut dengan tekanan darah pada pegawai di Kantor Camat Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pegawai sebanyak 46 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Data konsumsi lemak dan natrium diperoleh melalui metode recall 2x24 jam, lingkar perut diukur menggunakan pita ukur, dan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengalami hipertensi (41,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak dengan tekanan darah (p=0,021; r=-0,341) dengan arah negatif, serta hubungan yang signifikan antara konsumsi natrium dengan tekanan darah (p=0,010; r=0,374) dengan arah positif. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut dengan tekanan darah (p=0,427). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara konsumsi lemak dan natrium dengan tekanan darah, namun tidak terdapat hubungan antara lingkar perut dengan tekanan darah. Disarankan untuk memperhatikan pola konsumsi, khususnya asupan natrium dan lemak, guna menjaga tekanan darah tetap normal. Kata kunci: konsumsi lemak; natrium; lingkar perut; tekanan darah; hipertensi
Copyrights © 2026