Model problem-based learning secara empiris menyajikan berbagai masalah dalam pembelajarannya. Mengingat pentingnya hasil belajar pada tingkatan mahasiswa. Namun, model pembelajaran menarik serta memberikan dampat positif terhadap mahasiswa cukup terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis model problem-based learning untuk mengukur hasil belajar mahasiswa. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian meliputi mahasiswa putra disalah satu perguruan tinggi di Kabupaten Rembang yang mengambil mata kuliah Statistika Pendidikan. Uji normalitas Shapiro Wilks untuk kedua kelompok sampel menunjukkan bahwa kedua sampel tidak berasal dari populasis yang berdistribusi normal. Sehingga pengujian hipotesis menggunakan metode statistika non-parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0,025 atau lebih besar dari nilai kritis 0,05. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa secara signifikan model problem-based learning berpengaruh hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menyajikan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar mahasiswa khususnya pada matakuliah Statistika Pendidikan. Namun, perubahan yang terjadi cenderung mengarah pada penurunan hasil belajar karena rata-rata nilai posttest lebih rendah dibandingkan rata-rata nilai pretest
Copyrights © 2026