Kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi blockchain pada tata kelola perguruan tinggi di Indonesia masih sangat terbatas, berbeda dengan sektor bisnis dan keuangan yang telah banyak diteliti. Penelitian ini menganalisis pengaruh keamanan (security) dan privasi (privacy) terhadap niat adopsi teknologi blockchain, dengan kepercayaan (trust) sebagai variabel mediator, menggunakan model Security-Privacy-Trust (SPT Model). Penelitian dilaksanakan di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau, dengan pendekatan kuantitatif survei terhadap 187 responden civitas akademika (purposive sampling). Instrumen dikembangkan dengan 15 item tervalidasi dan dianalisis menggunakan SEM-PLS (SmartPLS 4.0). Keamanan berpengaruh positif terhadap niat adopsi (β=0,312; t=3,842; p<0,05) dan kepercayaan (β=0,544; t=7,126; p<0,05). Privasi berpengaruh positif terhadap niat adopsi (β=0,287; t=3,411; p<0,05) dan kepercayaan (β=0,401; t=5,283; p<0,05). Kepercayaan berpengaruh terhadap niat adopsi (β=0,356; t=4,915; p<0,05) dan terbukti sebagai mediator parsial. Nilai R² kepercayaan sebesar 0,61 dan niat adopsi sebesar 0,73 menunjukkan kemampuan penjelasan model yang tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan SPT Model sebagai kerangka konseptual adopsi blockchain pada tata kelola perguruan tinggi Indonesia
Copyrights © 2026