Kajian ini mengembangkan Paradigma Gerak Al-Riyāh dalam filsafat pendidikan Islam melalui pendekatan kajian literatur kualitatif-filosofis. Pendidikan Islam kerap menunjukkan stagnasi dan kekakuan struktural dalam merespons perubahan sosial dan teknologi. Dengan bertumpu pada kerangka epistemologi integratif-interkonektif M. Amin Abdullah serta pendekatan tafsir tematik (mawdūʿī), kajian ini menelaah perbedaan makna semantis antara al-riyāh (bentuk jamak, angin yang bersifat konstruktif) dan al-rīh (bentuk tunggal, angin yang bersifat destruktif) dalam Al-Qur'an sebagai metafora dasar bagi dinamika pendidikan. Kajian tentang kosmologi Al-Qur'an dan epistemologi pendidikan Islam terus berkembang secara terpisah, sementara sintesis fenomena alam (āyāt kauniyyah) ke dalam paradigma pendidikan yang koheren masih kurang dieksplorasi. Temuan kajian ini merumuskan Paradigma Gerak Al-Riyāh yang terdiri atas lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu gerak, dinamika, keterhubungan, transformasi, dan tauhid. Kajian ini menunjukkan bahwa fenomena alam dapat disintesiskan secara filosofis dengan prinsip-prinsip teologis untuk menghasilkan model pendidikan Islam yang adaptif, luwes, dan transformatif, namun tetap berpijak pada wahyu Ilahi.
Copyrights © 2026