Kecelakaan kerja pada aktivitas hot work di area ruang terbatas (confined space) merupakan permasalahan serius dalam industri galangan kapal. PT. Seloko Batam Shipyard mencatat 21 kasus kecelakaan kerja selama periode Juli 2024 – Juni 2025 di area Cargo on Tank (C.O.T). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berbasis ergonomi; (2) mengidentifikasi penyebab akar risiko prioritas menggunakan Fault Tree Analysis (FTA); dan (3) memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 17 responden, observasi lapangan, dan dokumentasi kecelakaan. Hasil FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada risiko terjatuh dari ketinggian (RPN = 186,5), kebakaran (RPN = 179,4), dan kelelahan ergonomis (RPN = 178,7), ketiganya dikategorikan kritis berdasarkan rata-rata RPN sebesar 178,38. Analisis FTA menghasilkan 12 basic event dan 10 minimal cut set dari risiko tertinggi. Rekomendasi disusun menggunakan kerangka 5W+1H yang selaras dengan hierarki kontrol ISO 45001, meliputi inspeksi harian scaffolding, pengukuran gas sebelum hot work, pelatihan ergonomi berkala, dan penguatan sistem izin kerja.
Copyrights © 2026