Daya terima makanan merupakan indikator penting karena berkaitan langsung dengan jumlah konsumsi makanan yang disajikan. Makanan dengan daya terima rendah akan dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan gizi remaja dan berpotensi menyebabkan kekurangan asupan zat gizi. Berdasarkan studi pendahuluan, daya terima makanan remaja termasuk kategori kurang baik dengan sisa makanan >20%, sedangkan asupan zat gizi makro juga termasuk kategori kurang dengan tingkat asupan <80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya terima makanan dan asupan zat gizi makro pada remaja di Panti Asuhan Nurul Jannah NW Ampenan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2025. Populasi penelitian berjumlah 35 remaja yang menetap di panti asuhan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penimbangan sisa makanan dan recall konsumsi 1×24 jam selama 7 hari, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan analisis frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus menu yang diterapkan masih memiliki variasi bahan makanan dan jenis olahan yang terbatas, daya terima makanan belum optimal yang ditandai dengan sisa makanan >20%, serta tingkat asupan zat gizi makro berada pada kategori kurang dengan tingkat asupan <80%. Disimpulkan bahwa daya terima makanan dan asupan zat gizi makro pada remaja di Panti Asuhan Nurul Jannah NW Ampenan masih termasuk dalam kategori kurang baik
Copyrights © 2026