Latar Belakang: Industri farmasi menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap permasalahan lingkungan melalui emisi karbon, produksi limbah kimia, serta pencemaran residu obat pada ekosistem perairan. Konsep green pharmacy atau praktik farmasi berkelanjutan hadir sebagai pendekatan inovatif untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh rantai nilai kefarmasian, mulai dari produksi hingga pengelolaan limbah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui database SINTA, Scopus, dan Google Scholar terhadap publikasi periode 2021–2025. Dari 309 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil: Hasil kajian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu: (1) adanya kesenjangan antara tingkat kesadaran dan pengetahuan tenaga kefarmasian terhadap praktik farmasi berkelanjutan; (2) regulasi, kesiapan teknologi, dan kompetensi sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam implementasi; serta (3) kebutuhan model integratif yang mencakup manufaktur hijau, optimalisasi pelayanan klinis, pengelolaan limbah farmasi, dan penguatan pendidikan berkelanjutan. Kesimpulan: Implementasi sustainable pharmacy practices memerlukan kolaborasi sistemik antara pemerintah, institusi pendidikan, industri farmasi, dan tenaga kefarmasian untuk mewujudkan layanan kesehatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026