Pemilihan studi lanjutan merupakan keputusan penting yang memengaruhi perjalanan hidup seorang siswa. Banyak siswa yang belum siap menghadapi proses tersebut karena terbatasnya informasi, tekanan dari keluarga, pengaruh teman sebaya, dan ketidakpastian terhadap prospek masa depan. Kondisi ini mengakibakan muncul perasaan cemas yang ditandai dengan kekhawatiran, kebingungan, dan keraguan dalam menentukan jurusan atau perguruan tinggi yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan siswa dalam memilih studi lanjutan di SMA-AL AZHAR Medan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 200 siswa kelas XII dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada konsep kecemasan yang mencakup aspek kognitif, emosional, dan reaksi fisiologis kecemasan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase tingkat kecemasan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dalam menentukan studi lanjut mayoritas siswa berada pada kategori kecemasan sedang, yaitu sebanyak 141 siswa (70,5%), siswa yang berada pada kategori kecemasan ringan berjumlah 32 siswa (16 %), dan terdapat 27 siswa (13,5%) yang berada pada kategori kecemasan berat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi keluarga khususnya orang tua dan menjadi dasar dasar bagi pihak sekolah, dalam mengarahkan siswa dan memberikan layanan bimbingan dan konseling. Kata Kunci: kecemasan, siswa, studi lanjutan.
Copyrights © 2026