Hospitalisasi merupakan kondisi krisis yang dapat memicu stres, kecemasan, dan gangguan emosional pada remaja akibat perubahan lingkungan serta keterpisahan dari aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dapat memengaruhi emosi dan perilaku remaja selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik responden serta skor kesulitan dan skor kekuatan pada remaja selama hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Daerah Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 43 pasien remaja yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berurutan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire untuk usia 11–18 tahun. Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) digunakan sebagai instrumen penelitian dan telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Uji validitas dilakukan melalui analisis butir, pada aspek Strengths nilai daya diskriminasi setiap aitem berkisar 0,0391-0,503 sedangkan pada aspek Difficulties berkisar antara 0,000-0,530. Hasil uji reliabilitas kuesioner SDQ dengan menggunakan Cronbach Alpha menunjukkan nilai reliabilitas pada aspek Strengths berupa 0,675, sedangkan pada aspek Difficulties sebesar 0,705. Data dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel dan perangkat lunak pengolahan data statistik. Sebagian besar responden berusia 11–13 tahun sebanyak 21 orang (48,8%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang (51,2%), dan menjalani perawatan selama 2 hari sebanyak 24 orang (55,8%). Skor kesulitan sebagian besar berada pada kategori ambang sebanyak 20 orang (46,5%), sedangkan skor kekuatan sebagian besar berada pada kategori ambang sebanyak 19 orang (44,2%). Gambaran emosi dan perilaku remaja selama hospitalisasi cenderung berada pada kategori ambang hingga tidak normal.
Copyrights © 2026