Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator mutu utama dalam pelayanan rumah sakit yang berdampak langsung pada persepsi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD I.A Moeis Samarinda. Berdasarkan hasil analisis data penelitian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD I.A Moeis Samarinda terhadap 100 responden, mayoritas pasien menilai kualitas pelayanan farmasi masuk dalam kategori baik, dengan apresiasi tinggi pada dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, serta profesionalisme petugas, meskipun fasilitas fisik dan waktu tunggu masih memerlukan catatan perbaikan. Sebagian besar pasien juga melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap prosedur pelayanan, tarif, dan kompetensi tenaga kefarmasian. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kualitas pelayanan farmasi dan tingkat kepuasan pasien, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,558 (????<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efisiensi alur penyerahan resep dan penerapan dimensi mutu yang optimal akan berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan pasien, sehingga manajemen rumah sakit disarankan untuk terus mengevaluasi durasi tunggu obat guna mewujudkan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien (patient-centered care).
Copyrights © 2026