Latar Belakang: Early Warning System (EWS) merupakan sistem penilaian fisiologis untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien. Akurasi penilaian skor EWS oleh perawat penting dalam mendukung deteksi dan respons klinis secara tepat waktu. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan akurasi penilaian skor EWS oleh perawat di ruang rawat inap RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 148 perawat dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari populasi 235 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan skenario kasus klinis. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan α=0,05. Hasil: Sebanyak 138 responden (93,2%) tidak akurat dan 10 responden (6,8%) akurat, dengan median skor akurasi 2 (0–5). Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (rₛ=0,097; p=0,242), motivasi (rₛ=0,052; p=0,531), beban kerja (rₛ=0,040; p=0,630), maupun pelatihan (rₛ=-0,007; p=0,930) dengan akurasi penilaian skor EWS. Kesimpulan: Pengetahuan, motivasi, beban kerja, dan pelatihan tidak berhubungan signifikan dengan akurasi penilaian skor EWS. Penguatan supervisi klinis, pelatihan berbasis simulasi, dan evaluasi berkala diperlukan untuk meningkatkan akurasi penilaian EWS. Kata Kunci: Akurasi EWS; pengetahuan; motivasi; beban kerja; pelatihan. Abstract
Copyrights © 2026