Industri rumahan pembuatan dandang di Kelurahan Bandung Kiri, Lubuklinggau masih melakukan proses pelubangan sarangan secara manual sehingga hasilnya kurang seragam dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan merancang alat bantu menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) melalui identifikasi kebutuhan pengguna, penyusunan House of Quality (HOQ), dan perancangan produk. Hasil perancangan menunjukkan tiga prioritas teknis utama, yaitu sistem dongkrak hidrolik (19,48%), efisiensi siklus pelubangan (15,67%), dan kemudahan pengadaan komponen (14,50%). Simulasi Finite Element Analysis (FEA) menunjukkan tegangan Von Mises maksimum sebesar 166,772 MPa pada gaya 87.853 N dengan Safety Factor (SF) sebesar 1,5, masih berada di bawah batas luluh ASTM A36 (250 MPa), sehingga desain dinyatakan aman dan layak diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pengrajin.
Copyrights © 2026