Studi ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan sebagai mekanisme pewarisan budaya Batik Lasem di Desa Binangun, Kabupaten Rembang, dengan fokus pada transfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai budaya kepada generasi muda, serta keterlibatan berbagai pihak dalam prosesnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui pencerminan data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa pewarisan Batik Lasem berlangsung melalui proses pendidikan yang melampaui sekadar penguasaan teknik membuat batik, tetapi juga mencakup pengenalan sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budayanya. Para pengrajin berperan sebagai sumber penting pengetahuan dan keterampilan, sementara pendidikan dan pelatihan menyediakan ruang untuk menyalurkan pengetahuan budaya kepada generasi muda. Proses ini juga melibatkan komunitas lokal, lembaga pendidikan, dan pemerintah, menunjukkan bahwa warisan budaya meluas dari hubungan antar generasi hingga mekanisme sosial yang lebih luas. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan Batik Lasem ditentukan tidak hanya oleh kemampuan generasi muda dalam menguasai keterampilan membuat batik, tetapi juga oleh pemahaman dan kesadaran mereka terhadap identitas budaya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pemahamannya tentang pendidikan sebagai mekanisme sosial yang menghubungkan transfer keterampilan dengan transmisi pengetahuan dan nilai-nilai budaya Batik Lasem dalam konteks komunitas Desa Binangun. Secara akademis, studi ini berkontribusi pada kajian warisan budaya dengan menunjukkan keterkaitan antara pendidikan, aktor sosial, dan keberlanjutan nilai-nilai budaya dalam proses pewarisan Batik Lasem.
Copyrights © 2026