Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas implementasi Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu(PTSP) dalam sektor perizinan daerah di Kabupaten Banggai Kepulauan. Sebagai daerah kepulauan yang memilikikarakteristik geografis unik dan keterbatasan infrastruktur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(DPMPTSP) menghadapi tantangan besar dalam mengoptimalkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan efisien.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi regulasi dan laporan kinerja operasional. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan mengacu pada model evaluasi organisasi Dunker yang mencakup indikator pencapaian target,kejelasan tujuan, kepuasan pengguna layanan, dan penyesuaian program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PTSP di Banggai Kepulauan telah berhasil meningkatkan efisiensi waktu pemrosesan izin usaha standar dan efisiensi biaya administrasi. Namun demikian, efektivitas sistem mengalami hambatan signifikan pada aspek integrasi teknologi Online Single Submission (OSS), ketersediaan jaringan internet di wilayah pesisir terpencil, serta keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia teknis. Ditemukan pula tantangan koordinasi inter-organisasional dengan instansi teknis penanggung jawab rekomendasi teknis. Penelitian ini merekomendasikan strategi penguatan infrastruktur digital berbasis satelit, pelatihan berkelanjutan bagi aparatur pelayan publik, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) terpadu lintas sektor guna mewujudkan tata kelola perizinan yang responsif dan inklusif di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2026